Tuesday, 3 April 2018

saya kangen mantan.

Mari kita mulai pelan-pelan, agak sedikit bingung untuk nulis dari mana.

Okeh tarik nafas. Hmmmmm.

Oh men, sepertinya saya harus nulis lagi,  otak sepertinya mau meledak akibat uneg-uneg fikiran yang mau di ungkapkan.

Sepertinya saya sangat jijik untuk mengungapkan ini, dan saya tidak menemukan kata yang lebih manusiawi untuk di baca, hmm okeh langsung aja" saya kangen mantan" hmmmm bentar-bentar saya mau muntah dulu.

Lanjut.

Wednesday, 30 November 2016

Trilogi Amanda Umair #2: Berkenalan

Secara ajaib, pertemuan gue dan Amanda (yang tentunya dari Video Call) membuat hidup gue sedikit membaik, yang dulunya gue sering galau mikirin Andini, sekarang gue menjadi cowok sedikit galau akibat mikirin Andini. Yah namanya usaha Move on. Dua tahun cuy.

Jauh lebih membahas Amanda, gue jadi inget pertama kali gue membaca CVnya.

Hal pertama yang gue baca dari CV Amanda adalah tinggi badannya, seperti di ketahui halayak orang banyak, seorang Azam MG (Maha Ganteng) memiliki tinggi badan 187 CM, dengan tinggi seperti ini, gue dianggap Ultramen oleh bocah-bocah komplek rumah gue.

Gue membaca perlahan, baris demi baris, dan mencari tinggi badannya.

Amanda Umair Persada nama lengkapnya, lahir pada tahun 1996 di Palembang, memiliki hobi memanah dan berenang, selain itu juga Amanda (tertulis di CV) tamatan terbaik atau Cum Laude di universitasnya, dia menempuh pendidikan S1 hanya dengan 3 tahun 5 bulan. Dan masih banyak lagi informasi-informasi yang membuat gue sadar, gue dan Amanda bagaikan langit dan cacing tanah.

Gue  membaca dan membaca lagi, dan baru tersadarkan. 

Wednesday, 23 November 2016

Trilogi Amanda Umair: Pertemuan Pertama

Selama gue hidup, gue hampir selalu menikmati patah hati ke patah hati lainnya. Gue biasanya mengekspresikan patah hati dengan berbagai cara, tidur seharian, nulis blog, atau dengan bernanyi secara brutal dikamar mandi dengan lirik lagu afgan-sadis “TEGA NIAN CARAMU!!!!!” kemudian di ikuti dengan rintihan tangisan.

Okeh dititik itu gue bener-bener alay.

Memang sih, bukan segala patah hati yang gue alami karena cewek, ada juga gue patah hati karena gagal masuk PTN favorit, nggak bisa menang kontes, dan masih banyaklah yang kadang membuat gue harus bernyanyi secara brutal dikamar mandi.

Dan gue percaya, semakin kita dewasa, patah hati itu semakin terbiasa dan membuat kita tumbuh dan berkembang. Dan gue percaya lagi, patah hati itu seperti buku yang kita dapatkan dengan cara tersakiti terlebih dahulu. Nggak percaya?

Mari kita mulai.

Saturday, 15 October 2016

Sepasang Cowok Bajingan

Apa jadinya seorang cowok buruk pengen dapet cewek yang baik?

Ceritanya gue lagi ngobrol sama Ravi, temen SMA gue. Siang itu kita janjian di salah satu tempat dan makan siang bersama. Dan seperti biasa, gue dan dia memesan dengan menu yang sama. dengan tatapan curiga, pelayan mengira kami sepasang homo yang lagi makan siang.

Bagi yang gak tau, Ravi temen SMA gue yang paling gokil, orangnya gak banyak mikir dan teratur banget. Dia punya prinsip, "Kita hidup punya kelas masing-masing" sederhanya, dia gak mau ngurusin hidup orang lain. hmm ya untuk tampang mirip tapir Ravi memang cuek abis.

Ngomongin masalah cewek, hal yang gue suka dari Ravi cuman satu, dianya setia abis, walaupun dia udah putus, Ravi masih sayang sama mantannya, dan susah banget move on. Gue yang paling inget satu cewek yang namanya Meli, kurang lebih 7 tahun yang lalu, rasa Ravi ke Meli masih sama. Padahal Meli udah gonta-ganti pacar dan sedangkan Ravi.....Kesimpulannya Ravi Bego. Udah.

"Tapi nop sekarang kayaknya aku gak mau main-main lagi deh buat nyari cewek" kata Ravi ditengah obrolan "Aku mau cari yang baik"

"Tunggu dulu" kata gue "Lo aja buruk, solat jarang, tingkah kayak bajingan"

"Bajingan?"

Friday, 23 September 2016

Orang Patah Hati

Hari ini Rama patah hati. Tepat di tempat makan langganan kita sering makan, Rama cerita bagaimana menyedihkan, mengenaskan, dan alaynya hubungan dia sama mantannya sekarang. Sebagai teman yang baik, gue mendengarkan ceritanya dan sambil berharap Rama bakal mentraktir makan siang gue.

“Sakit banget nop” seru Rama “Gue diputusin tanpa alasan”

“Owh gitu ya” jawab gue santai “Mungkin lo penganguran sih”

Sebagai catatan, tahun ini Rama tamat kuliah, dan artinya dia bakal jadi pengangguran.Namun yang spesialnya Rama, dia mahasiswa dengan IPK tertinggi di fakultas gue, atau kesimpulannya dia mahasiswa pinter, ralat, dia mahasiswa pinter yang pengangguran.

“Owh iya” ucap gue ditengah keheningan “Gimana sih lo bisa ketemu dan kemudian pacaran sama si Debi?”

Debi adalah orang yang membuat Rama patah hati,atau dengan kata lain Debi itu sang mantan, atau manusia rabun yang hilaf pernah suka sama Rama.

Awalnya Rama bertemu disebuah acara kampus, pada acara itu, Rama menjadi pemateri dan Debi menjadi peserta. Sebuah pertemuan terjadi ketika acara tersebut selesai dan Rama menyapa Debi, dan kemudian beberapa hari kemudian mereka menjadi dekat.

Wednesday, 21 September 2016

Versi Beta



Seperti biasa

Gue gak bisa tidur.

Kayaknya gue bakalan cerita dikit.

Dimulai dari minggu-minggu ini, hidup gue gitu-gitu aja. bangun tidur-makan-kekantor-internetan-dan pulangnya nonton anime.dan kebesokan harinya, ngulang lagi seperti itu. Gue bener-bener payah untuk minggu ini, terkadang disela-sela kepayahan gue, kadang gue mikir “kanapa hidup gue gini-gini amat terus ya?”

Gue kadang iri sih ngeliat temen-temen sma gue yang udah pada berkecukupan. Kayak Yogi temen gue yang sering main ps udah kerja diperusahan mesin dari jepang, Rizky temen gue yang sering nginep dirumahnya yang udah kerja jadi PNS bagian pajak, dan ada juga temen gue yang udah hamil diluar nikah. Okeh lupakan point terakhir.

Friday, 16 September 2016

Gue nulis apaan?

Gue gak bisa tidur.

Ralat. Gue gak bisa tidur karena ... okeh gue bingung.

Fikiran gue abstack dan gak bisa dijelaskan, beberapa musik slow, jepang sampai ke rock gak bisa membuat gue nulis dengan tenang. Udah ngabisin waktu 40 menit layar word yang kosong dan gak nulis apa-apa. Saat ini gue binggung mulai dari mana.

Kayaknya gue harus mulai dari pertama kali gue ngerasain “rasa-yang-aneh”. Siang itu, gue lagi bingung dikantor dan gue mencoba menelfon “dia-yang-diharapkan” awalnya kita memang ada masalah dan biasanya masalah-masalah ini bisa dilewati dengan biasa, tapi kayaknya kali ini kita  tidak bisa dilewatkan.

Iya mungkin itu awal pembukanya, sampai gue gak bisa tidur sampe sekarang, jam 02.44
Gue berusaha jujur dengan apa yang akan gue tulis, gue yakin ini kalo gue tulis dengan jujur akan lebay. Kayaknya gue merasa kehilangan, gue kehilangan ketika gue lagi mikirin masa depan tapi tidak ada objek yang harus diperjuangan, gue kehilangan dimana gue lagi butuh semangat dan gak ada sosok yang ngebuat gue kuat. Okeh ini lebay, cukup.